Home / piala dunia / Berani Senggol Messi, Presiden Asosiasi Palestina di Hukum

Berani Senggol Messi, Presiden Asosiasi Palestina di Hukum

Berani Senggol Messi, Presiden Asosiasi Palestina di Hukum – Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub dihukum oleh Badan sepak bola dunia, FIFA usai berkomentar mengenai salah satu bintang asal Barcelona, Lionel Messi. Jibril Rajoub sendiri diberi hukuman yakni dengan larangan mendatangi stadion selama 12 bulan.

Berani Senggol Messi, Presiden Asosiasi Palestina di Hukum
Berani Senggol Messi, Presiden Asosiasi Palestina di Hukum

Seperti yang dilaporkan oleh Tim Situs Main Bola yang merupakan Agen Bola Terpercaya, melalui Times of Israel, Rajoub dinyatakan sempat ingin melakukan aksi demonstrasi dengan cara berkomentar untuk mengajak para fans sepak bola melakukan aksi pembakaran kaus dan gambar Lionel Messi apabila jika nantinya Timnas Argentina dipertemukan dengan Israel pada bulan Juni dimana itu merupakan hari sebelum dilaksanakannya Piala Dunia 2018.

Pasalnya, Rajoub mengangap bahwa laga persahabatan kali ini diadakan guna mencari dukungan kepada Amerika Serikat untuk mempertahankan posisi mereka sekaligus sebagai upaya Amerika utnuk mengakui Jerussalem sebagai ibu kota Israel.

“Pemerintah Israel telah mengubah pertandingan olahraga reguler menjadi alat politik,” tulis Jibril Rajoub dalam surat resminya pada Claudio Tapia, Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina.

“Seperti yang banyak diliput di media Argentina, pertandingan itu sekarang dimainkan untuk merayakan 70 tahun berdirinya Israel,” tulis Rajoub menambahkan.

Namun sayangnya, dibalik aksi protes tersebut rupanya sosok Lionel Messi yang sebenarnya lebih ditargetkan agar dirinya tidak akan datang untuk menghadiri pertandingan tersebut.

“Dia adalah simbol besar sehingga kami akan menargetkannya secara pribadi dan kami memanggil semua untuk membakar foto dan jersey-nya lalu meninggalkannya,” ucap Rajoub.

Presiden Asosiasi Palestina Di Hukum FIFA

Seperti pernyataan yang diungkapkan oleh pihak FIFA pada Jumat (25/08), mereka menyatakan bahwa tindakan Rajoub dianggap telah melakukan aksi yang dinilai negatif yakni dengan cara menebarkan hasutan kebencian serta kekerasan.

“Skorsing pertandingan 12 bulan yang dikenakan pada Tuan Rajoub merupakan larangan mengambil bagian dalam pertandingan atau kompetisi di masa mendatang yang terjadi selama periode tersebut,” kata FIFA di kutip Aljazeera.

“Akibatnya, Tuan Rajoub tidak akan dapat menghadiri pertandingan sepak bola atau kompetisi dalam kapasitas resmi, yang meliputi, antara lain, berpartisipasi dalam kegiatan media di stadion atau di sekitarnya pada hari pertandingan,” FIFA melanjutkan.

Tidak berhenti sampai di situ, selain diberikan hukuman dengan larangan beraktivitas di atas lapangan, Rajoub juga diketahui akan dikenakan sanksi denda sebesar US$ 20 ribu oleh FIFA. Dan atas keputusannya tersebut, hal ini membuat sejumlah pihak Asosiasi Sepak Bola Palestina menjadi berang dan mengatakan bahwa hukuman yang diberikan oleh pihak FIFA tersebut terlalu berlebihan.

“Itu merupakan hukuman yang berat untuk tuduhan yang tidak terbukti,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Palestina.

Diketahui kejadian ini bermula pertama kali ketika pihak Asosiasi Sepak Bola Palestina yang mengajukan pernyataan untuk mendesak Timnas Argentina khususnya juga kepada sang kapten, Lionel Messi untuk membatalkan laga kontra persahabatan antara Argentina melawan Israel yang akan digelar secara langsung di Stadion Teddy di Kota Yerusalem, Sabtu (09/06/2018) waktu setempat.

Dimana Stadion Teddy merupakan salah satu stadion yang dibangun diatas tanah warga Palestina yang kini telah digusur oleh pasukan Israel pada tahu 1948 lalu. Dan alhasil laga tersebut pun mau tidak mau akhirnya dibatalkan.

About marketing

Check Also

belgia raih posisi ketiga piala dunia 2018

Raih Posisi Ketiga Piala Dunia 2018, Belgia Bawa Pulang Uang 828 Milyar

Belgia Sukses Mengunci Posisi Ketiga Piala Dunia 2018 Partai puncak Piala Dunia sudah mendekati akhir, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *